KABUPATEN KUPANG – Dukungan Senator DPD RI asal Nusa Tenggara Timur, dr. Maria Stevi Harman, turut mewarnai sukses penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Bintang Mercy Cup II Tahun 2026 di Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang. Turnamen yang berlangsung selama 14 hari ini diikuti 42 tim putra dan putri serta melibatkan 22 pelaku UMKM, menjadikannya bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ruang pembinaan atlet muda dan penggerak ekonomi masyarakat.
Turnamen yang berlangsung di Lapangan SD GMIT Naifalo tersebut resmi ditutup pada Selasa (15/9/2026). Jumlah peserta meningkat signifikan dari 26 tim pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi 42 tim tahun ini.

Salah satu dukungan penting datang dari Senator Maria Stevi Harman, yang menjadi pendukung utama turnamen sekaligus menyediakan piala bergilir bagi kategori putra dan putri sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kompetisi bola voli di tingkat akar rumput.
Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang, Winston Neil Rondo, menyampaikan apresiasi khusus atas kontribusi tersebut.
“Terima kasih kepada Ibu Senator dr. Maria Stevi Harman yang telah memberikan dukungan nyata bagi penyelenggaraan Bintang Mercy Cup II. Dukungan ini sangat berarti karena membuka ruang bagi anak-anak muda dari kampung-kampung untuk bertanding, mengembangkan bakat dan membangun mimpi menjadi atlet berprestasi,” ujar Winston dalam sambutan penutupan.

Menurutnya, piala bergilir yang diberikan untuk kategori putra dan putri bukan sekadar penghargaan bagi pemenang, melainkan simbol keberlanjutan pembinaan olahraga.
“Piala bergilir berarti kompetisi harus terus hidup. Ada juara yang mempertahankan prestasi, ada penantang baru, dan ada generasi muda yang terus tumbuh. Inilah semangat pembinaan yang harus kita jaga,” katanya.
42 Tim Bertanding, Kompetisi Voli Kampung Semakin Hidup
Winston menjelaskan bahwa Bintang Mercy Cup sejak awal dirancang sebagai turnamen antarkampung yang memberikan ruang kompetisi bagi klub-klub dan talenta muda di Kabupaten Kupang dan sekitarnya.
Peningkatan jumlah peserta dari 26 menjadi 42 tim menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bola voli.
Menurut Winston, kompetisi seperti Bintang Mercy Cup merupakan bagian penting dari upaya Pengprov PBVSI NTT memperluas basis pembinaan atlet menuju PON XXII Tahun 2028.

“Kita tidak boleh hanya sibuk mempersiapkan venue PON. Kita juga harus mempersiapkan atlet. Atlet tidak lahir secara tiba-tiba. Mereka tumbuh melalui latihan, kompetisi dan kesempatan bertanding yang diberikan secara konsisten,” tegasnya.
Ia berharap Bintang Mercy Cup terus berkembang menjadi agenda kompetisi tahunan yang mampu melahirkan atlet-atlet potensial untuk dibina pada jenjang yang lebih tinggi.
“Jangan pernah meremehkan lapangan kampung. Bisa jadi anak-anak yang hari ini bertanding di Fatuleu Tengah, suatu hari mengenakan seragam NTT dan bertanding di PON 2028. Tugas kita adalah membuka jalan bagi mereka,” ujarnya.
22 UMKM Bergerak, Olahraga Hidupkan Ekonomi Kampung
Keberhasilan Bintang Mercy Cup II tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah peserta dan ramainya pertandingan.
Selama 14 hari penyelenggaraan, sebanyak 22 pelaku UMKM membuka usaha di sekitar arena pertandingan. Kehadiran pemain, ofisial, suporter dan masyarakat menciptakan aktivitas ekonomi bagi pedagang lokal.
Winston menegaskan bahwa keterlibatan UMKM merupakan bagian penting dari konsep penyelenggaraan turnamen.

“Kita ingin olahraga bukan hanya menghasilkan juara, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat. Ketika pertandingan berlangsung, warung ramai, pedagang mendapat pembeli, uang berputar dan kampung ikut hidup,” katanya.
Menurutnya, model turnamen yang menggabungkan pembinaan olahraga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu terus dikembangkan.
“Turnamen ini membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi ruang perjumpaan yang produktif. Anak muda mendapat kesempatan bertanding, masyarakat menikmati hiburan, dan pelaku UMKM memperoleh peluang usaha. Prestasi tumbuh, ekonomi rakyat juga bergerak,” tambah Winston.

Apresiasi untuk Senator Stevi Harman dan Seluruh Pendukung
Pada kesempatan tersebut, Winston kembali menyampaikan penghargaan kepada Senator Maria Stevi Harman atas dukungannya terhadap Bintang Mercy Cup II.
Ia berharap dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang semakin luas antara pengurus olahraga, pemerintah, tokoh masyarakat, dunia usaha dan berbagai pihak dalam membangun olahraga NTT.
Winston juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah bekerja selama dua pekan, Kepala SD GMIT Naifalo yang menyediakan lokasi pertandingan, Pemerintah Desa Nunsaen, wasit, pelatih, ofisial, seluruh tim peserta, pelaku UMKM serta masyarakat Fatuleu Tengah.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Bintang Mercy Cup II merupakan hasil kerja bersama banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan olahraga dan kehidupan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, pemerintah desa, pihak sekolah, para atlet, wasit, suporter dan pelaku UMKM. Turnamen ini bisa berlangsung karena kerja keras dan kebersamaan kita semua,” ujarnya.
Winston berharap penyelenggaraan berikutnya dapat menjangkau lebih banyak klub, meningkatkan kualitas pertandingan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Winston menegaskan bahwa keberhasilan Bintang Mercy Cup II tidak semata-mata diukur dari siapa yang membawa pulang piala, tetapi dari keberlanjutan pembinaan dan manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.
“Hari ini 42 tim bertanding dan 22 UMKM ikut bergerak. Ini bukti bahwa olahraga bisa menyatukan prestasi dan ekonomi rakyat. Bintang Mercy Cup II boleh berakhir, tetapi pembinaan tidak boleh berhenti. Piala boleh berpindah tangan, tetapi semangat membangun prestasi harus terus diwariskan. Dari lapangan kampung di Fatuleu Tengah, kita membuka jalan menuju panggung prestasi NTT di PON 2028.”
— SELESAI —