Peringati HUT ke-25, DPC Demokrat Kabupaten Kupang Serap Aspirasi Warga Desa Oleneno

KUPANG — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kupang menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat yang dipadukan dengan perlombaan rakyat di Desa Oleneno, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat, sekaligus menindaklanjuti arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Fraksi Demokrat di DPR RI untuk menjaring persoalan mendasar yang dihadapi warga di daerah.

Pihak pengurus menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang telah didokumentasikan akan diproses sesuai kewenangan. Untuk usulan berskala besar, khususnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, laporan akan langsung diteruskan ke tingkat DPP Partai Demokrat guna diperjuangkan melalui jalur legislatif di tingkat pusat.

Dalam dialog interaktif tersebut, sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama, pihak pendidik, dan pemerintah desa secara terbuka membeberkan berbagai keluhan serta kebutuhan mendesak di wilayah mereka.

Kebutuhan Sarana Ibadah, PAUD, dan Mitigasi Longsor

Pendeta Dina Lahero, selaku Ketua Majelis Jemaat Immanuel Oefoneke, menyampaikan serangkaian persoalan utama yang dirasakan jemaat dan warga sekitar. Ia menyoroti rusaknya akses jalan masuk desa, terbatasnya instalasi distribusi air bersih ke pemukiman, hingga ketiadaan jaringan internet yang memadai.

Selain itu, ia memaparkan perlunya bantuan renovasi atap dan pemasangan plafon gedung gereja, pembangunan fasilitas MCK bagi PAUD, serta pembuatan tembok penahan tanah untuk TK Tunas Baru Oefoneke yang struktur bangunannya mulai retak. Perhatian khusus juga diminta terkait ancaman erosi dan tanah longsor di bantaran kali yang perlahan mulai menggerus area lingkungan sekolah.

Sanitasi dan Sarana Air Bersih di Lingkungan Sekolah

Persoalan sanitasi turut disuarakan oleh Kepala UPT SMPN 1 Takari. Pihak sekolah mengeluhkan ketiadaan sistem perpipaan air bersih yang layak, sehingga sangat membutuhkan bantuan pipa paralon serta bak penampungan air demi menjamin pemenuhan kebutuhan sanitasi harian para siswa dan guru.

Infrastruktur Jalan dan Rumah Tidak Layak Huni

Dari pihak aparatur pemerintah desa, Kepala Desa Oleneno menegaskan tiga poin krusial yang perlu segera diintervensi pemerintah maupun wakil rakyat. Hal tersebut mencakup perbaikan struktur jalan penghubung dari simpang Lutu menuju Oleneno, pengadaan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang sebagian besar tempat tinggalnya masih berlantai tanah, serta penyediaan jaringan distribusi air bersih yang merata.

Fasilitas Belajar dan Pemerataan Program Gizi

Di sektor pendidikan menengah atas, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Takari, Nensen, mengutarakan minimnya sarana prasarana belajar. Saat ini, sekolah tersebut baru memiliki dua ruang belajar permanen, sementara sisa kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di ruang darurat.

Ia juga menyoroti kendala akses internet dan ketiadaan perangkat komputer, yang membuat para siswa tidak dapat melaksanakan praktik mata pelajaran informatika secara optimal. Terakhir, pihak sekolah berharap adanya perhatian terkait program pemenuhan makanan bergizi agar program tersebut dapat menyentuh para peserta didik di pelosok daerah, mulai dari jenjang anak usia dini hingga tingkat SMA.

Seluruh masukan dan harapan dari masyarakat Desa Oleneno ini telah dihimpun sebagai catatan prioritas untuk dikoordinasikan lebih lanjut ke struktur partai serta fraksi di parlemen.

Bagikan Postingan Ini, Pilih Platform Anda!

Postingan terkait